Thursday, April 12, 2012

@ menahan perasaan marah kepada anak kecil

0 comments
Ibu bapa pasti ada masanya merasa geram dan hilang sabar dengan kerenah anak kecil yang kadang-kadang menangis, meragam dan sebagainya. Pastinya kita sebagai ibu bapa tidak mahu anak-anak membesar dengan emosi yang terganggu.

Mendidik anak-anak bukanlah perkara yang mudah dan perlu diperhalusi setiap perlakuan kita kepada mereka. Mereka adalah amanah Allah kepada kita dan wajib dididik dengan sebaiknya.

Bagaimana nak menahan perasaan marah kepada anak kecil?

1- Ingat yang kita tak melahirkan robot, tapi seorang manusia. Walaupun masih kecil, anak-anak ini sudah mempunyai emosi yang kadang-kadang ok, atau kadang-kadang merasa tidak selesa dan marah dengan sesuatu. Maka tugas kita sebagai ibu bapa untuk memujuk dan mendidik mereka dengan sebaiknya.

2- Menangis atau meragam adalah cara anak kecil berkomunikasi dan menyampaikan kepada kita sesuatu maksud. Mungkin mereka ingin memberitahu kepada kita yang mereka demam, sakit perut, minta bantuan kita untuk sesuatu dan sebagainya. Sebaiknya periksa dulu apa yang membuatkan anak menangis.

3- Ingat bahawa ingatan anak kecil sangat kuat dan mudah mengikut perbuatan dan percakapan kita. Kita pastinya tidak mahu anak- anak kita membesar menjadi seorang yang pemarah dan emosi yang tidak stabil. Jaga percakapan dan tingkah laku kita daripada melampaui batas.. Elakkan daripada menyebut perkara-perkara negatif kepada anak kecil.

4- Bersyukur yang kita dikurniakan anak. Berapa ramai pasangan suami isteri di luar sana yang tidak mendapat cahaya mata. Bersyukur yang Allah maha pemurah kerana memeberikan kita peluang menjadi ibu dan ayah.

5- Fikirkan yang jika sesuatu yang tidak baik berlaku kepada anak kita, pastinya kita akan merasa terkilan kerana memarahi mereka yang bukan-bukan. Pastinya juga kita akan menyesal yang tidak berkesudahan.

6- Banyakkan istighfar dan selawat jika kita mula hilang sabar. Jika merasa hendak marah yang amat sangat, biarkan anak seketika. Ambil masa untuk kita tenangkan diri, dan pada masa yang sama anak juga dapat bertenang seketika. Bila sudah dapat menenangkan diri, pujuk anak kembali.

7- Fikirkan adakah kita mahukan anak yang sihat, boleh menangis dan meragam.. atau pun mempunyai anak yang tidak menangis dan meragam, tapi hanya terlantar kesakitan?? pastinya kita akan merasa bersyukur kerana anak-anak masih sihat walaupun kadang-kadang meragam.

8- Banyakkan memperdengarkan anak-anak dengan bacaan Al-quran, supaya hati mereka lembut dan mudah mendengar kata.

9- Bercakap kepada mereka dengan lembut kerana jika kita bercakap kasar dan meninggikan suara, itu langsung tidak akan menyelesaikan masalah. Fikirkan bagaimana perasaan kita jika ada orang memarahi kita sebegitu.

10- Fikirkan yang anak-anak menangis atau meragam kerana mungkin nak mendapatkan perhatian kita. Muhasabah diri mungkin kita kurang memberi masa dan kasih sayang kepada mereka.

=> sedihnya masa baca info nih.. baru jek lepas marah nur alif kaisah tadi... kesian dia...
=> muhasabah untuk diri sendiri juga...

@ encouraging quote

0 comments
Some of the most beautiful people are the ones with the most flaws; some of the strongest hearts have been broken the most times; some of the kindest souls have been through the most pain. Their beauty isn't *despite* these experiences, but because of them. Scars and cracks, visible or not, are signs that the person has survived something and come out better - signs of strength, not weakness. When... someone allows you close enough into their private world to see their fears and weaknesses, be grateful for it, & love them all the more. There is a great amount of trust needed to be able to expose the most vulnerable part of one's nature to another person, and as such should be repaid with gratitude and love. You can never truly know someone until you know their flaws and understand the experiences that shaped them into the person standing before you, & you can never truly love someone until that knowledge makes you respect them more & want to protect them from future harm.

=> encouraging quote...
=> just lurve it...

Wednesday, April 11, 2012

@ get a life

0 comments
=> true kansssss...
=> cuma kadang-kadang ada juga perkara yang tidak diungkapkan demi menjaga hati dan perasaan orang lain...

Monday, April 9, 2012

@ anak sebagai amanah

0 comments
=> so sweet...
=> Ya Allah Ya Tuhanku, jadikanlah anak-anakku Nur Alif Kaisah, Muhammad Alif Thaqif dan Nur Alif Nuha anak-anak yang soleh dan solehah, bijaksana, berbudi-bahasa dan beroleh kecemerlangan hidup di dunia dan akhirat... amin...

@ baruku sedar

0 comments
Baruku sedar... sudah dapat gading bertuah, tanduk tidak berguna lagi... huhuhu... nak kata gading bertuah sangat pun tidak la juga... kerana gading juga tidak terlarat melayan kerenah tersebut... hanya kerana mereka takut tiada tempat untuk 'memborakkan diri' sebab tu tak berani nak kata apa-apa... tak gitu gading?... cumanya tanduk kini sungguh berasa hati dan berazam untuk membiarkan sahaja apa-apa yang ingin dilakukan oleh mereka... buatlah... lakukanlah semahu kalian... penat dah... Allah Maha Besar...

Kau melihat diriku
Seperti sesuatu
Yang mencabar dirimu
Akal dan mindamu
Kau mendustaiku
Kau bilang mereka tak tahu
Siapa diriku
Sedangkan kau juga begitu
Segala kata cacian
Yang telah engkau berikan
Membuatku rasa
Kosong...kosong
Setiap detik diperhatikan
Kau cari cara putar belitkan
Kau jadikan diriku kosong
Kini aku bangkit
Membuktikan yang ku tak sakit
Dengan segala perit yang kau berikan
Kini aku pantas berjalan
Bergerak ke hadapan
Dan akan ku buktikan
Siapa diriku yang sebenar
Kosong... kosong...

Monday, April 2, 2012

@ kidz & imagination

0 comments
What's one of the all-time best gifts you could give your child? A box. Seriously! A large carton can become a spaceship, a grocery store, a car, a house. It can provide more hours of emotional, intellectual, and social stimulation than any fancy electronic toy.

Pretend play becomes more complex and interactive at 3. It's no accident that preschools have plenty of props — plastic tools, kitchen gear, blocks, dress-up clothes — for kids to pretend with.

Children learn by doing and imagining. When they pretend they're a police officer or parent, they have the freedom to explore at their own pace a world they're learning to navigate. They hold the power. They can express their emotions, punishing their pretend children as they've been punished. They learn to negotiate and solve problems (how to stop the bad guy or what to cook for dinner). They learn to walk in others' shoes, helping to develop empathy.

Creating stories about pretend characters encourages language development and abstract thinking. And being able to see that a belt could be a lasso or a block could be an iPod is a precursor to realizing that those symbols on the page are actually letters and words.

To encourage imaginary play, have a stash of props handy for your children to explore: boxes, clothes, shoes, household utensils, blocks, stuffed animals, and writing materials. Then step back and have fun watching what the props become.

An active imagination helps your preschooler in more ways than you might think.

Improving vocabulary. Children who play imaginary games or listen to lots of fairy tales, stories read aloud from books, or tales spun by those around them tend to have noticeably better vocabularies.

Taking control. Pretending lets your preschooler be anyone he wants, practice things he's learned, and make situations turn out the way he wants. Stories where the brave little boy thwarts the evil witch or playacted fantasies of being the one to rescue his fellow pirates from that sinking ship give him a sense that he can be powerful and in control even in unfamiliar or scary situations.

Learning social rules. Getting along socially can be tricky at any age. When your preschooler joins the other kids in the sandbox to create a castle out of sand, sticks, and leaves, she's not only exploring a fantasy world, she's learning complex, real-world rules about sharing, social interaction, and resolving conflicts.

Solving problems. Dreaming up imaginary situations teaches your child to think creatively in real life. Whether at school or at home, it's often adults who decide what children will do and how they'll do it, and it's adults who solve any problems that arise. But in play, kids decide what to do and how to do it (how to capture the monster, for example), and how to solve problems (anything from what to do about Bobby's skinned knee to how to include a pouty playmate who feels left out).

=> ada benarnya... Nur Alif Kaisah sekarang ni memang suka imagine bagaiii... it is very good tho... earmm, cuma ibu Kaisah Thaqif Nuha jangan cepat mare-mare... sekarang ni, cepat tul nak marah kalau anak-anak dok buat perangai... tarzan pun kalah... huhuhu... sedih sangat bila marah-marah Kaisah and Thaqif (well, Nuha kecik lagi maaa)... anak-anakku, maafkan ibu ya... ibu akan berusaha untuk tidak cepat mare... i love all of ya... muahhhhh...

weolls @ connected

weolls @ popular posts

weolls @ world

weolls @ labels

 

All About Us Copyright 2009 All Rights Reserved Baby Blog Designed by Ipietoon | All Image Presented by Online Journal


This template is brought to you by : allblogtools.com | Blogger Templates